Pemkab Samosir Sosialisasi Pencegahan Dini Kekerasan Terhadap Anak
- account_circle infokitaid
- calendar_month Sel, 7 Jul 2026
- visibility 117

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak.(ist)
SAMOSIR, infokita.co – Berkomitmen mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan terhadap anak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak yang menyasar guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMP dan SMA serta Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kabupaten Samosir di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa (07/07/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperkuat sistem perlindungan anak melalui pendekatan terpadu, meningkatkan komitmen seluruh pemangku kepentingan, membangun mekanisme pencegahan yang efektif, serta mempercepat penanganan setiap persoalan yang dihadapi anak.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Polres Samosir, KBO Reskrim Darmono Samosir, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Samosir Maulita Sari, serta Syahrial Lubis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Provinsi Sumatera Utara.
Bupati Samosir yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling penting dalam melindungi anak. Oleh karena itu, seluruh elemen pemerintah, tenaga pendidik, Satgas PPA, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga harus bergandengan tangan membangun lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak.
“Masa depan Samosir ditentukan oleh kualitas Anak-anak kita hari ini. Pencegahan harus menjadi prioritas bersama. Guru BK memiliki peran yang sangat penting sebagai sahabat sekaligus pembimbing bagi peserta didik, sehingga setiap persoalan dapat dideteksi dan diselesaikan sejak dini sebelum berkembang menjadi kasus,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya kasus perundungan (bullying) dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian seluruh pihak. Menurutnya, guru BK perlu melakukan pendekatan yang lebih humanis, mengenali karakter, kondisi sosial, hingga persoalan yang dihadapi setiap anak.
“Semua pemangku kepentingan harus memahami kondisi Anak-anak di lingkungannya. Jangan ada lagi sikap tidak peduli. Dengan semangat falsafah Batak Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au, kita harus menjadikan anak sebagai kekayaan paling berharga yang wajib dilindungi dan dipersiapkan menjadi generasi unggul menuju Samosir yang maju, unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.
KBO Reskrim Polres Samosir, Darmono Samosir mengajak guru BK dan Satgas PPA untuk lebih aktif mengenali karakter anak dan mendeteksi persoalan sejak dini agar tidak berkembang menjadi tindak pidana.
Sementara itu, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Samosir Maulita Sari menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak merupakan persoalan serius yang menjadi perhatian pemerintah. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak.
Syahrial Lubis dari Dinas P3AP2KB Provinsi Sumatera Utara memaparkan kondisi kekerasan terhadap anak di Sumatera Utara sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Samosir untuk terus memperkuat kolaborasi dalam upaya perlindungan anak.
Samosir juga telah menerapkan program “Horas” (halo respon anak Samosir) dengan nomor kontak 081265890540.(Wan)
- Penulis: infokitaid
