Spanduk Provokasi Kapolrestabes Medan Dikecam, Aktivis: Masyarakat Butuh Keamanan, Bukan Kegaduhan!
- account_circle infokitaid
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3

Syafrina.(ist)
MEDAN, infokita.co – Maraknya pemasangan spanduk provokatif terkait Kapolrestabes Medan menuai kritik keras dari kalangan aktivis. Front Peduli Wanita melalui perwakilannya, Syafrina, dengan tegas mengecam tindakan pihak-pihak yang dinilai berupaya menggiring opini negatif dan memprovokasi masyarakat di ruang publik.
Syafrina menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah anti terhadap kritik yang membangun. Namun, ia menyayangkan jika kritik tersebut disampaikan melalui cara-cara provokatif yang berpotensi memecah belah dan membangun kebencian terhadap institusi kepolisian.
”Kalau memang ada kesalahan yang dilakukan aparat kepolisian, laporkan kepada pengawas kepolisian. Ada Propam dan mekanisme pengaduan resmi. Jangan justru menggiring masyarakat untuk membenci polisi melalui spanduk dan narasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Syafrina, Sabtu (31/10).
Ia juga mengingatkan agar kebebasan berpendapat tidak disalahgunakan untuk menciptakan keresahan di tengah warga Kota Medan. Menurutnya, pihak yang merasa memiliki bukti atas suatu pelanggaran harus berani menempuh jalur hukum secara bertanggung jawab, bukan sekadar menebar tudingan lewat spanduk jalanan.
Di sisi lain, Syafrina mengajak masyarakat untuk tetap objektif dalam melihat kinerja aparat penegak hukum, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba dan premanisme yang sedang gencar dilakukan di Kota Medan.
”Polisi sedang bekerja memberantas narkoba dan premanisme. Kalau ada yang salah, kita kritik. Tetapi kalau ada pekerjaan positif, harus kita dukung. Jangan sampai masyarakat terus disuguhi opini negatif yang justru mengaburkan persoalan penting di Kota Medan,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas daerah, Front Peduli Wanita menyatakan siap “pasang badan” demi mempertahankan kondusivitas kota. Mereka menegaskan bahwa Kota Medan membutuhkan rasa aman dan kedamaian, alih-alih kegaduhan dan upaya adu domba antara warga dan aparat penegak hukum.
”Pesan kami kepada pembuat spanduk, jangan mengadu domba masyarakat dengan kepolisian. Kalau ada pelanggaran, buktikan dan laporkan. Kota Medan bukan tempat untuk membangun kebencian. Kita butuh keamanan, bukan kegaduhan!” pungkasnya.
Reporter: Hegi
Editor: Iwan
- Penulis: infokitaid
