Selamatkan Anak dari Gadget, KORMI Simalungun Bawa Gasing Masuk Sekolah
- account_circle infokitaid
- calendar_month Sab, 17 Okt 2026
- visibility 79

Pelantikan Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Simalungun masa bakti 2026–2031.(ist)
SIMALUNGUN (infokita.co) — Tongkat estafet pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Simalungun resmi berganti. Mahadi Dedi Sitanggang resmi dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Simalungun masa bakti 2026–2031 pada Jumat (16/10/2026).
Pelantikan yang berlangsung khidmat di Balei Harungguan, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum KORMI Sumatera Utara, Muhammad Daffasya Adnan Sinik, serta disaksikan oleh Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih.
Mengusung visi yang humanis dan membumi, kepengurusan baru KORMI Simalungun membawa misi besar: menyelamatkan permainan tradisional dari gempuran gadget sekaligus mengemasnya menjadi daya tarik wisata daerah.
Masuk Sekolah: Strategi Menangkal Pengaruh Gadget
Dalam sambutan perdananya, Mahadi menegaskan bahwa permainan tradisional seperti gasing, lompat karet, bulu ayam, hingga layang-layang kini kian terpinggirkan oleh gawai.
Untuk mengatasi hal tersebut, KORMI Simalungun mengambil langkah strategis dari hulu melalui sektor pendidikan.
“KORMI bukan sekadar organisasi olahraga, melainkan wadah membangun masyarakat yang sehat, bugar, gembira, sekaligus melestarikan olahraga tradisional dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat,” ujar Mahadi.
KORMI Simalungun akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun untuk mengenalkan kembali permainan tradisional ke SD dan SMP, baik melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun muatan kearifan lokal.
Dukungan Pemkab dan Potensi Wisata-Ekonomi
Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih. Ia menilai permainan tradisional sarat akan nilai filosofi dan kebersamaan yang penting untuk membentuk mental generasi muda.
“Kita harus sehat badannya dan sehat pikirannya. Mari kita berkolaborasi membangun masyarakat yang sehat secara utuh,” tutur Bupati Anton.
Senada dengan hal itu, Ketua KORMI Sumut Muhammad Daffasya Adnan Sinik menambahkan bahwa kebangkitan permainan tradisional di sekolah akan berdampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.
Dampak Positif Pelestarian Permainan Tradisional:
Penguatan Karakter Anak: Menanamkan rasa kecintaan budaya dan interaksi sosial sejak dini di lingkungan sekolah.
Atraksi Wisata Autentik: Menggelar agenda budaya seperti Festival Gasing Antarkampung hingga Lomba Layang-Layang di Tepi Danau Toba.
Geliat Ekonomi UMKM: Menghidupkan kembali mata pencaharian para pengrajin lokal pembuat gasing dan layang-layang.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, permainan tradisional masa lalu di Simalungun diharapkan tidak sekadar menjadi kenangan, tetapi kembali hidup di halaman sekolah dan menjadi kebanggaan pariwisata daerah.
Reporter: Hegi
Editor: Iwan
- Penulis: infokitaid
