Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir, BPBD Siantar Perluas Area Pencarian
- account_circle infokitaid
- calendar_month Rab, 19 Agu 2026
- visibility 62

Tim BPBD melakukan proses pencarian dilokasi Sungai Tanjung Pinggir kota Pematangsiantar hanyutnya Bocah 8 tahun.(ist)
SIANTAR, infokita.co – Upaya pencarian terhadap seorang bocah berusia 8 tahun yang hanyut di aliran Sungai Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, terus dilakukan. BPBD Kota Pematangsiantar kini memperluas titik penyisiran hingga ke aliran sungai di wilayah perbatasan Kabupaten Simalungun.
Sebelumnya, bocah bermarga Sitanggang tersebut berniat menemani ayahnya mencari daun pisang di sekitar aliran sungai. Namun naas, korban tergelincir dan terbawa arus pada Senin (17/8/2026) sekira pukul 17.30 WIB.
Saat kejadian pada sore Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, wilayah Kota Pematangsiantar memang tengah dilanda hujan deras. Sang ayah tak bisa berbuat banyak ketika berusaha menolong anaknya yang dengan cepat terseret derasnya arus sungai.
Upaya pencarian terus dilakukan sejak malam kejadian hingga saat ini. Tim SAR dari BPBD Kota Pematangsiantar langsung bergerak melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dari titik lokasi korban jatuh.
Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Deddy Idris Harahap, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan proses pencarian keberadaan korban.
“Sudah dilakukan pencarian sampai ke perbatasan aliran sungai di Kabupaten Simalungun,” ujar Deddy, Selasa (18/8/2026).
Pantauan awak media di lokasi kejadian, BPBD Siantar berfokus menyisir wilayah Sungai Tanjung Pinggir yang menjadi batas wilayah antara Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Mengingat kuatnya arus sungai, dikhawatirkan korban telah terbawa jauh hingga ke wilayah kabupaten.
Untuk mempercepat proses pencarian, BPBD Siantar juga telah berkoordinasi langsung dengan BPBD Kabupaten Simalungun.
“Mulai hari ini, BPBD Simalungun sudah ikut serta melakukan pencarian,” jelas Deddy.
Lebih lanjut, Deddy menyebutkan bahwa target masa operasi pencarian disiagakan selama 7 hari. Selain itu, personil tambahan dari Basarnas juga dijadwalkan segera bergabung di lokasi.
“Target upaya proses pencarian disiapkan selama 7 hari. Tim Basarnas dari Parapat besok juga akan turun ke lokasi,” pungkasnya.
Atas musibah ini, BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai baik di wilayah Kota Siantar maupun Kabupaten Simalungun—untuk segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban.
Reporter: Hegi
Editor: Iwan
- Penulis: infokitaid
