Aksi Scamming Kian Marak, Geppar Desak Ditsiber Polda Sumut Segera Bertindak
- account_circle infokitaid
- calendar_month Jum, 18 Sep 2026
- visibility 31

Geppar desak Ditsiber Polda Sumut ambil langkah tegas buru pelaku penipuan digital.(ist)
MEDAN, infokita.co — Maraknya aksi penipuan digital (scamming) di Sumatera Utara memicu sorotan tajam dari Gerakan Pendukung Presiden dan Aspirasi Rakyat (Geppar). Geppar mendesak Direktorat Siber Polda Sumatera Utara (Ditsiber Polda Sumut) untuk mengambil langkah tegas dalam memburu para pelaku yang nekat mencatut nama pejabat hingga pengusaha demi menguras uang korban.
Ketua Geppar, Aditya, menyampaikan bahwa para pelaku kini beroperasi makin terbuka tanpa rasa takut terhadap hukum. Keluhan dari masyarakat yang menjadi korban terus berdatangan dengan nilai kerugian berkisar dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
“Banyak masyarakat yang mengeluh terhadap para pelaku penipuan scamming tersebut. Berdasarkan dugaan dan hasil investigasi, mereka beroperasi dari rumah kontrakan, kos-kosan, perhotelan, hingga lembaga pemasyarakatan (lapas),” ujar Aditya kepada awak media, Jumat (18/9/2026).
Ragam Modus dan Platform yang Digunakan
Dalam menjalankan aksinya, kelompok penipu ini memanfaatkan berbagai modus pengelabuan untuk memperdaya korban, antara lain:
Pencatutan Identitas: Mengaku sebagai pejabat kepolisian, pengusaha, hingga perwakilan perusahaan saham dan properti.
Lelang Palsu: Mengaku sebagai pegawai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yang menawarkan lelang kendaraan bermotor murah.
Fitur Profil Palsu: Menggunakan akun berfoto wanita cantik untuk mendekati calon korban.
Aksi penipuan ini banyak beredar di berbagai media sosial seperti Facebook, TikTok, MiChat, dan Instagram. Namun, penetrasi terbesar ditemukan di platform marketplace, khususnya TikTok Shop dan Shopee.
Laporan Resmi ke Polda Sumut
Menanggapi situasi darurat ini, Geppar telah menyampaikan laporan serta koordinasi langsung kepada Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan. Geppar berharap pihak Polda Sumut memberikan atensi khusus agar Ditsiber segera mengusut tuntas dan membongkar jaringan penipuan tersebut sampai ke akarnya.
Reporter: Hegi
Editor: Iwan
- Penulis: infokitaid
