Proyek RSUD Karo Jalan di Tempat: Anggaran 2026 Anjlok, Lelang Masih Menggantung
- account_circle infokitaid
- calendar_month Jum, 24 Jul 2026
- visibility 79

Kondisi bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karo.(ist)
KARO, infokita.co – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karo kembali menyisakan tanda tanya besar bagi publik. Memasuki tahun keempat pengerjaan, proyek fasilitas kesehatan strategis ini justru terancam jalan di tempat akibat penurunan drastis alokasi anggaran tahun 2026 dan sengketa sewa-pinjam lahan dengan pihak Moderamen GBKP yang tak kunjung usai.
Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPBJP) Kabupaten Karo, pagu anggaran untuk kelanjutan instalasi rawat inap dan ruang rekam medis pada TA 2026 tergerus hingga hanya Rp 1,5 miliar.
Angka ini merosot tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya yang konsisten berada di atas Rp 8 miliar, bahkan sempat menyentuh Rp 10 miliar pada TA 2025. Penurunan anggaran dan ketidakpastian lahan ini pun dinilai menjadi ‘rem darurat’ yang membekukan progres fisik di lapangan.
Sorotan pada Kinerja Dinas Kesehatan
Masyarakat yang mendambakan pelayanan medis representatif kini makin cemas. Di tengah desakan kebutuhan publik, pengawasan dan respon dari stakeholders utama dinilai belum konkret.
Saat hendak dikonfirmasi langsung di kantornya pada Kamis (23/7/2026), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Dr. Imanuel Sinuhaji, tidak berada di tempat karena sedang menjalankan tugas dinas di Jakarta.
Harapan Intervensi Pusat dan Dana Tambahan
Merespons keterbatasan anggaran daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karo, Abel Tarwai Tarigan, mengisyaratkan bahwa percepatan pembangunan kemungkinan besar baru bisa direalisasikan pada TA 2027 melalui bantuan dari pusat.
“Tahun depan kami harapkan ada intervensi biaya melalui anggaran Kementerian Kesehatan RI,” ujar Abel saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (23/7/2026) pukul 13.10 WIB.
Abel menambahkan, untuk TA 2026 sebenarnya masih ada potensi tambahan anggaran sebesar Rp 8,5 miliar dari pengembalian dana transfer daerah. Namun, ia mengakui kalkulasi tersebut tetap belum mencukupi kebutuhan riil untuk menuntaskan keseluruhan konstruksi fisik.
Proses Lelang Masih Tertahan di Atas Kertas
Ketidakpastian proyek makin dipertegas oleh keterangan Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Kabupaten Karo, David Girsang. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini Dinas Kesehatan belum menyerahkan berkas pengumuman resmi untuk pelaksanaan lelang proyek RSUD.
Kondisi ini memastikan bahwa kelanjutan pembangunan fisik RSUD Karo masih akan tertahan di atas kertas, setidaknya hingga penghujung tahun 2026.
Reporter: Wan
Editor: Gib
- Penulis: infokitaid
