Janji Hadiah Rp80 Juta Disunat Jadi Rp37 Juta, Fun Run Parapat 2026 Berakhir Ricuh
- account_circle infokitaid
- calendar_month Jum, 21 Agu 2026
- visibility 80

Para peserta Fun Run Parapat 2026 saat mendatangi panitia acara usai kegiatan berlangsung pada Juli 2026.(Hegi)
SIMALUNGUN, infokita.co – Event olahraga Fun Run Parapat 2026 yang berlangsung di kawasan Pantai Bebas, Parapat, Kabupaten Simalungun, memicu gelombang protes dari para peserta. Janji manis total hadiah senilai Rp80 juta diduga dipangkas drastis menjadi hanya Rp37 juta tanpa ada pemberitahuan transparan.
Dugaan pemotongan anggaran ini mendadak tumpah ke media sosial setelah video keributan antara peserta dan panitia diunggah oleh akun TikTok @otniel jouviel pandia. Dalam rekaman tersebut, sejumlah pelari melampiaskan kekecewaan lantaran nominal yang diterima jauh dari janji awal yang tertera pada promosi pendaftaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, skema hadiah untuk para pemenang dipotong signifikan secara sepihak. Nominal untuk posisi juara yang seharusnya menerima Rp3 juta menyusut menjadi Rp2 juta, bahkan ada yang hanya menerima Rp1 juta.
Seorang pegawai Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Simalungun membenarkan adanya persoalan komunikasi terkait pergeseran nilai hadiah tersebut.
“Kesalahan panitia adalah tidak memberitahu peserta bahwasanya hadiahnya sekian. Yang diatur itu, juara tiga juta dibuat jadi dua juta, tetapi tidak dibahasakan kepada peserta,” ungkapnya saat dimintai keterangan, Jumat (21/8/2026).
Di tengah sorotan publik, pihak Disbudparekraf Simalungun menampik tuduhan bahwa instansinya bertanggung jawab atas pemotongan dana tersebut. Pihak dinas menegaskan kedudukan mereka hanya sebatas fasilitator penarik sponsor, sementara pelaksanaan teknis di lapangan dikelola panitia yang melibatkan unsur Karang Taruna.
“Dinas itu hanya memfasilitasi mereka, menjembatani untuk menarik sponsor masuk. Dana dari Bank Sumut langsung diserahkan semua ke panitia tanpa potongan. Berapa yang diberikan Bank Sumut, itu yang kami kasih kepada mereka,” tegas pegawai tersebut.
Ia juga menyayangkan tuntutan peserta yang mengarah langsung ke Kepala Dinas. “Orang itu menuntut Kadis untuk bertanggung jawab. Padahal mereka merasa penyelenggara, sementara kita hanya men-support mereka,” lanjutnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi terbuka dari panitia pelaksana terkait transparansi alokasi dana maupun ke mana selisih anggaran Rp43 juta tersebut bermuara. Para peserta yang telah membayar biaya pendaftaran mendesak pertanggungjawaban penuh atas ketidaksesuaian janji dalam ajang yang semula ditujukan untuk promosi pariwisata tersebut.
Reporter: Hegi
Editor: Iwan
- Penulis: infokitaid
