Refleksi 30 Tahun Kudatuli di Siantar: PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi
- account_circle infokitaid
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 40

Immanuel Lingga saat memimpin acara nobar peristiwa Kudatuli di sekertariat DPC PDIP Kota Pematangsiantar.(Hegi)
SIANTAR, infokita.co — Memperingati 30 tahun Peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar menggelar acara nonton bareng (nobar) dan doa bersama di Kantor DPC PDI-P Siantar, Senin (27/7/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Pematangsiantar sekaligus Wakil Ketua DPC PDI-P Siantar, Immanuel Lingga. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus dan kader partai dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga Anak Ranting.
Dalam orasinya, Immanuel Lingga—yang akrab disapa Noel—menegaskan bahwa peringatan sejarah Kudatuli 27 Juli 1996 bukan bertujuan untuk membangkitkan dendam atau kebencian masa lalu, melainkan sebagai alarm untuk terus menjaga kedaulatan rakyat.
“Kudatuli bukan untuk membangkitkan kebencian atau mengungkit masa lalu. Ini adalah momentum untuk menjaga ingatan sejarah dan menghormati para pejuang demokrasi,” ujar Noel di sela-sela kegiatan.
Noel menambahkan, peristiwa sejarah tersebut harus menjadi refleksi bersama agar praktik pembungkaman, intimidasi, dan penindasan terhadap kebebasan berpolitik maupun berserikat tidak kembali terulang di Indonesia.
Selain merefleksikan nilai sejarah, Noel memanfaatkan momentum ini untuk menyerukan pentingnya menjaga soliditas internal partai dari tingkat pusat hingga basis paling bawah. Ia mengingatkan bahwa keberadaan PDI Perjuangan harus senantiasa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Tugas utama kader adalah mengawal semangat demokrasi dan membumikan nilai-nilai Pancasila melalui kerja politik yang nyata. PDI Perjuangan hadir untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi warga,” tegasnya.
Mengutip pesan historis Presiden Pertama RI, Soekarno, Noel mengajak seluruh kader untuk selalu memegang teguh prinsip Jasmerah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah). Menurutnya, ada masa di mana mengenakan atribut partai membutuhkan keberanian besar di tengah tekanan dan intimidasi rezim.
Rangkaian peringatan 30 tahun Kudatuli di Pematangsiantar ini ditutup dengan doa bersama, pemutaran kilas balik sejarah, dan orasi kebangsaan. Kegiatan serupa juga digelar secara serentak oleh seluruh struktur PDI Perjuangan di berbagai daerah di Indonesia.
Reporter: Hegi
Editor: wan
- Penulis: infokitaid
