Kopi Sinaok dan Keripik Parongil Tembus INACRAFT 2026 di Jakarta
- account_circle infokitaid
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 39

Pameran kerajinan dan produk unggulan INACRAFT October Vol. 5 Tahun 2026, pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.(ist)
JAKARTA (infokita.co) – Produk olahan UMKM lokal binaan PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) berhasil menembus panggung pameran kerajinan dan produk unggulan terbesar di Indonesia, INACRAFT October Vol. 5 Tahun 2026, yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Berbagai produk unggulan seperti Kopi Sinaok serta aneka keripik pisang dan singkong olahan rumahan dipromosikan secara khusus di stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi. Keikutsertaan ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi kuliner khas Dairi ke pasar nasional.
Pembinaan Terpadu: Dari Ladang, Dapur, Hingga Rantai Pemasaran
Langkah promosi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PT DPM melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). PT DPM menjalankan pembinaan komprehensif yang menyasar sektor hulu (pertanian) hingga hilir (pemberdayaan ekonomi rumah tangga).
Di sektor hulu, PT DPM meningkatkan kapasitas petani melalui pembagian dan pemeliharaan bibit kopi, kakao, dan durian. Sementara di sektor hilir, fokus diarahkan pada pemberdayaan kelompok ibu-ibu di Parongil dan sekitarnya agar mampu mengolah hasil bumi menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.
Untuk memperkuat daya saing produk, PT DPM secara berkala menyelenggarakan pelatihan berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Dairi, antara lain:
Pelatihan Teknik Sangrai (Roasting) Kopi: Dilaksanakan pada September 2026 untuk menjaga standar keaslian rasa kopi lokal.
Pelatihan Pembuatan & Pengemasan Keripik: Membekali pelaku UMKM teknik pengolahan agar produk renyah, higienis, tahan lama, serta memiliki tampilan kemasan (packaging) berstandar pasar modern.
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
Chief Legal and External Relations PT DPM, Radianto Arifin, menjelaskan bahwa pendampingan UMKM memerlukan pendekatan terpadu agar masyarakat tidak sekadar menjual hasil panen mentah.
“Melalui program PPM, kami ingin mendorong pengembangan usaha masyarakat secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi budidaya di ladang, tetapi juga menyentuh kreativitas dapur rumahan ibu-ibu pelaku UMKM di Parongil. Kami mendampingi dari peningkatan keterampilan pengolahan, efisiensi produksi, hingga membuka akses pasar seperti ajang INACRAFT ini,” ujar Radianto.
Ia menambahkan, promosi di ajang nasional seperti INACRAFT diharapkan menjadi pijakan awal bagi produk binaan untuk memperluas jaringan pemasaran dan menjangkau konsumen baru secara berkelanjutan.
Komitmen Sosial dan Pemberdayaan Multi-Sektor
Meskipun saat ini masih dalam tahap persiapan dan belum beroperasi penuh, PT DPM secara konsisten menjalankan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) pada 8 pilar utama PPM di Kabupaten Dairi.
Selain sektor UMKM dan pertanian, program kontribusi sosial PT DPM mencakup:
Pendidikan: Pemberian beasiswa ke Tiongkok bagi 18 putra-putri terbaik Dairi, apresiasi siswa SD berprestasi, dan pendirian Taman Bacaan.
Pelatihan Keterampilan: Pelatihan pertukangan kayu, budidaya ikan air tawar, serta pelatihan kuliner rumahan.
Kesehatan & Sosial: Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan lansia, dukungan fasilitas kesehatan, serta perbaikan sarana rumah ibadah.
Melalui sinergi antara Pemkab Dairi, Dekranasda, dan PT DPM, pengembangan UMKM lokal diharapkan terus memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi kemandirian warga Kabupaten Dairi.
Reporter: Iwan
Editor: Gib
- Penulis: infokitaid
