Banjir dan Longsor Terjang Pondok Sayur Siantar, 1 Rumah Rusak Berat
- account_circle infokitaid
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 43

Peristiwa longsor yang terjadi di Pondok Sayur kota Pematangsiantar.(Hegi)
SIANTAR, infokita.co – Hujan deras yang mengguyur Kota Pematangsiantar sejak Kamis malam (30/7/2026) memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Titik terparah terjadi di Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, yang menyebabkan satu unit rumah rusak berat dan delapan orang warga mengalami luka-luka.
Selain di Pondok Sayur, insiden longsor juga dilaporkan terjadi di Kompleks Kantor Camat Siantar Marihat serta kawasan Perumahan BTN, Kelurahan Bah Kapul.
Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, mengonfirmasi bahwa kerusakan terparah di Pondok Sayur disebabkan oleh runtuhnya tembok penahan bukit milik Pesantren Darussalam yang langsung menimpa rumah warga.
“Satu rumah rusak parah tertimpa tembok penahan yang runtuh. Kedelapan korban luka-luka merupakan satu keluarga yang terdiri dari dua Kepala Keluarga (KK). Saat ini seluruhnya sudah dievakuasi, sebagian dirujuk ke RSUD dan sisanya dipindahkan ke tempat aman,” terang Dedi pada Jumat (31/7/2026).
Camat Siantar Martoba, Rilan Syakban Pohan, menambahkan dari delapan korban terdampak, dua di antaranya mengalami luka-luka namun tidak tergolong serius. Pihaknya telah melayangkan laporan tertulis kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk penanganan tindak lanjut.
Lurah Pondok Sayur, Susan Ulfa Sari, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan robohnya tembok penahan pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Camat, BPBD, dan tim medis langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Malam itu juga para korban langsung dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Susan.
Mengingat kondisi akses lokasi yang sempit, tenda darurat BPBD tidak memungkinkan untuk didirikan, sehingga warga terdampak diungsikan sementara ke rumah warga sekitar. Pihak kelurahan bersama RT, RW, Kepling, dan warga setempat juga langsung menggelar aksi gotong royong membersihkan material longsor.
Terkait solusi jangka panjang, Susan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memediasi proses hibah lahan antara pihak Pesantren Darussalam dan warga pemilik tanah.
“Kami sedang memediasi agar kedua belah pihak bersedia menghibahkan tanahnya. Syarat hibah ini sangat penting agar Pemerintah Kota Pematangsiantar bisa segera membangun tembok penahan yang baru secepatnya,” pungkas Susan.
Hingga Jumat siang, petugas gabungan BPBD dan aparat setempat masih terus bersiaga di titik-titik rawan guna mengantisipasi potensi longsor susulan jika hujan kembali turun.
Reporter: Hegi
Editor: Iwan
- Penulis: infokitaid
