Jeritan Orang Tua Peserta Jamnas Siantar: Dipungut Rp 4 Juta, Pejabat Bungkam
- account_circle infokitaid
- calendar_month Sel, 11 Agu 2026
- visibility 121

38 orang Kontingan Kota Pematangsiantar menuju Jamnas XII Tahun 2026 saat dilepas Pemko Siantar.(ist)
SIANTAR, infokita.co – Keikutsertaan kontingen Kota Pematangsiantar dalam ajang bergengsi Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Cibubur, Jakarta, mendulang sorotan tajam. Program nasional yang seharunya menjadi kebanggaan daerah ini diduga berubah menjadi beban finansial berat bagi para orang tua peserta akibat pungutan biaya hingga jutaan rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap peserta diwajibkan membayar uang sebesar Rp 4 juta melalui transfer langsung ke rekening Panitia Pelaksana Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pematangsiantar. Praktik ini memicu desakan publik yang mempertanyakan komitmen dan transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam mendukung kegiatan kepemudaan tingkat nasional.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media pada Selasa (11/8/2026) kepada pihak-pihak bertanggung jawab belum membuahkan hasil. Ketua Panitia Pimpinan Kontingen Kwarcab Pematangsiantar, Rahmadan B. Purba, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Saiful Rizal, kompak menolak memberikan komentar terkait legalitas dan rincian penarikan dana tersebut.
Salah satu orang tua peserta membenarkan adanya kewajiban pembayaran tersebut. Ia menegaskan bahwa transfer dilakukan langsung ke panitia, namun meminta agar identitasnya dirahasiakan demi melindungi anaknya dari potensi intimidasi atau perundungan selama kegiatan berlangsung.
“Memang ada kutipan itu melalui transfer ke panitia. Tapi tolong jangan sebut nama saya, saya takut anak saya di sana nanti jadi sasaran bully,” ungkapnya saat diwawancarai.
Ia juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap alokasi anggaran kegiatan resmi negara. “Masa kegiatan nasional seperti ini tidak didukung pemerintah daerah? Ini Jamnas, acara negara. Apakah Pemko Siantar sama sekali tidak menyediakan anggaran?” tuturnya.
Nominal Rp 4 juta bukanlah angka kecil bagi keluarga berpenghasilan rata-rata. Namun demi memfasilitasi cita-cita anak dan menjaga nama baik daerah, para orang tua terpaksa merogoh kocek pribadi. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sejumlah daerah lain di Indonesia yang menanggung penuh pembiayaan keberangkatan kontingen Pramuka melalui APBD.
Pada Jamnas XII 2026 kali ini, Kontingen Pematangsiantar memberangkatkan total 38 orang ke Cibubur. Jumlah tersebut mencakup 2 orang Pimpinan Kontingen (Putra dan Putri), 4 Pembina Pendamping, serta 32 peserta Penggalang (16 Putra dan 16 Putri yang terbagi dalam 4 regu).
Hingga berita ini diterbitkan, baik Pemko Pematangsiantar maupun Panitia Kontingen Kwarcab belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kejelasan alokasi dana maupun dasar hukum penarikan biaya dari orang tua siswa. Publik kini menantikan langkah tegas dan transparansi dari Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, untuk menyelesaikan persoalan ini secara terbuka.
Reporter: Hegi
Editor: Gib
- Penulis: infokitaid
