Pemkab Dairi dan BMKG Kerjasama Kelola AWS untuk Pertanian Modern
- account_circle infokitaid
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 42

Pemkab Dairi resmi memperkuat modernisasi sektor pertanian sekaligus mitigasi bencana daerah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pengelolaan Automatic Weather Station (AWS).(ist)
DAIRI, infokita.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi resmi memperkuat modernisasi sektor pertanian sekaligus mitigasi bencana daerah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pengelolaan Automatic Weather Station (AWS) dan sarana pendukungnya pada Rabu (29/7/2026).
Kerja sama yang berlangsung di Kantor Bappeda dan BPBD Dairi ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi dan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan. Perangkat AWS tersebut sebelumnya merupakan hibah pemanfaatan dari Mercy Corps Indonesia kepada BPBD Dairi.
Acara ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, Surung Charles Bantjin, serta dihadiri oleh Asisten Perekonomian Juniardi Siregar, Staf Ahli Bupati Erwin Sitorus, Kepala BPBD Dekman Sitopu, Kaban Bappeda Romedi Bangun, perwakilan Starbucks Farmer Support Centre, dan sejumlah pejabat OPD terkait.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Dr. Hendro Nugroho, S.T., M.Si., menegaskan pentingnya data akurat untuk pengambilan keputusan. Melalui AWS, data cuaca langsung dari lapangan akan divalidasi oleh BMKG sebelum disebarkan kepada pemerintah daerah, penyuluh, dan petani.
“Kehadiran AWS diharapkan mampu mengubah pola bertani yang selama ini masih mengandalkan intuisi menjadi berbasis data dan teknologi. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, AWS berperan vital memperkuat sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi,” jelas Hendro.
Director of Agriculture, Entrepreneurship and Financial Inclusion Mercy Corps Indonesia, Andi Ikhwan, menambahkan bahwa hibah AWS ini merupakan bagian dari Program ROOTS yang berjalan sejak tahun lalu. Pihaknya juga berkomitmen melanjutkan kolaborasi lewat Program DIGITANI di tiga desa di Kecamatan Sumbul dan Parbuluan guna memperkuat ketahanan petani kopi terhadap perubahan iklim.
Sekda Dairi, Surung Charles Bantjin, menyambut positif hadirnya instrumen AWS. Ia menyebutkan bahwa fenomena beralihnya banyak petani dari komoditas jeruk ke kopi akibat hama lalat buah dalam dekade terakhir menjadi momentum tepat untuk mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang sebagai produk unggulan daerah.
“Kami berharap keberadaan AWS dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebijakan sektor pertanian. Semoga program ini terus berlanjut dan menjangkau wilayah Dairi yang lebih luas agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” pungkas Charles.
Sinergi antara Pemkab Dairi, BMKG, dan Mercy Corps Indonesia ini optimis mampu mendorong sektor pertanian yang lebih adaptif terhadap iklim sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan di Kabupaten Dairi.
Reporter: Iwan
Editor: Gib
- Penulis: infokitaid
