Langkah Konkret Tanggap Bencana: Pemko Gunungsitoli Mulai Susun RPB 2025–2029
- account_circle infokitaid
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 36

Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Gunungsitoli Tahun 2025–2029.(ist)
GUNUNGSITOLI, infokita.co – Pemerintah Kota Gunungsitoli menguatkan komitmennya dalam memperkokoh kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana. Hal ini ditandai dengan dibukanya acara Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Gunungsitoli Tahun 2025–2029 oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., bertempat di Kantor BPBD Kota Gunungsitoli, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Gunungsitoli, Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., ini sekaligus meresmikan pembentukan Tim Pendukung Penyusun RPB berdasarkan Keputusan Wali Kota Gunungsitoli Nomor 100.3.3.3-237 Tahun 2026. Pertemuan ini turut dihadiri secara daring dan luring oleh unsur perangkat daerah, para camat, Bapperida, perwakilan BPBD Provinsi Sumatera Utara, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam arahannya, Wali Kota Sowa’a Laoli menegaskan pentingnya memiliki perencanaan penanggulangan bencana yang terpadu, adaptif, dan berorientasi pada pengurangan risiko. Mengingat kondisi geografis Kota Gunungsitoli yang memiliki berbagai potensi ancaman bencana, penyusunan Dokumen RPB menjadi langkah krusial.
“Penyusunan RPB ini merupakan tindak lanjut dari Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) sekaligus pedoman strategis untuk mendukung arah pembangunan daerah,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, ia menekankan agar Dokumen RPB nantinya diintegrasikan langsung ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah. Dokumen ini dirancang untuk memuat kebijakan, strategi, serta rencana aksi yang dimulai dari:
-Pemetaan risiko bencana secara komprehensif.
-Perencanaan langkah penanganan yang efektif.
-Kebutuhan pendanaan yang jelas dan terukur.
Wali Kota juga menggarisbawahi bahwa penanggulangan bencana bukanlah tugas tunggal BPBD semata. Keberhasilan penyusunan hingga implementasi dokumen RPB membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh elemen masyarakat atau pendekatan pentahelix.
Ia mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, media, hingga masyarakat luas untuk saling bahu-membahu. Keakuratan data dan analisis risiko yang mendalam menjadi kunci utama keberhasilan dokumen ini.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk menyatukan komitmen dalam menyusun dokumen yang partisipatif dan realistis agar dapat diimplementasikan secara nyata saat bencana melanda.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Kalaksa BPBD Kota Gunungsitoli, Adiman Perwira Harefa, serta diskusi interaktif bersama para pemangku kepentingan guna menyempurnakan draf dokumen RPB Kota Gunungsitoli.
Reporter: indah
Editor: Iwan
- Penulis: infokitaid
