Petani Munte Menjerit, DPRD Karo Desak Solusi Cepat Kelangkaan Pupuk Subsidi
- account_circle infokitaid
- calendar_month Rab, 22 Apr 2026
- visibility 119

RDP DPRD Karo bersama Masyarakat Munte.(ist)
infokita.co, KARO – Krisis pupuk bersubsidi di Kabupaten Karo mencapai titik krusial. Ratusan petani di Kecamatan Munte kini berada di ambang bayang-bayang gagal panen setelah pupuk subsidi menghilang dari pasaran selama satu bulan terakhir.
Guna menyuarakan kondisi darurat ini, perwakilan masyarakat yang terdiri dari kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga ketua kelompok tani mendatangi kantor DPRD Kabupaten Karo pada Selasa (21/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan meminta intervensi langsung dari wakil rakyat agar distribusi pupuk segera dinormalisasi.
Kelangkaan ini terjadi di saat yang paling kritis, yakni masa pemupukan dasar. Perwakilan warga mengungkapkan bahwa tanaman jagung yang telah berumur satu bulan kini sangat membutuhkan asupan nutrisi. Tanpa pupuk subsidi, produktivitas lahan dipastikan merosot tajam, bahkan terancam mati sebelum masa panen tiba.
“Kami sangat membutuhkan bantuan. Pemupukan dasar sudah lewat waktunya, tolong bantu kami para petani jagung di Munte agar tidak merugi total,” ujar salah satu perwakilan warga saat beraudiensi dengan pimpinan dewan.
Pendapat (RDP) Segera Digelar
Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, didampingi Ketua Komisi B, Lenny Pury Chlefes, menyambut langsung aspirasi tersebut. Sebagai langkah konkret, DPRD berjanji akan segera memanggil pihak-pihak terkait dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).
DPRD juga akan melibatkan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) untuk mengaudit alur distribusi di lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan apakah kendala benar-benar terjadi di tingkat pusat atau terdapat praktik penyimpangan di tingkat penyalur lokal.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Agustinus Jaya Bangun, memaparkan data mengenai keterlambatan ini. Berdasarkan surat resmi dari Pupuk Indonesia (PI), terhambatnya pasokan disebabkan oleh dampak bencana alam yang terjadi di Aceh beberapa waktu lalu, yang mengganggu jalur logistik utama.
Data Alokasi Pupuk Kecamatan Munte 2026:
Total Alokasi Setahun: 4.000 Ton
Jumlah yang Baru Tersalurkan: ± 259 Ton
Status: Sangat minim (kurang dari 7% dari kuota tahunan).
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran anggota Komisi B DPRD Karo, di antaranya Raja Urung Mahesa Tarigan, Ferianta Purba, Etrif Bepura Tarigan, dan sejumlah anggota dewan lainnya yang berkomitmen untuk mengawal persoalan ini hingga pupuk sampai ke tangan petani.(hen)
- Penulis: infokitaid
