700 Ton Pupuk NPK dan 250 Ton Urea Segera Masuk Desa Munte
- account_circle infokitaid
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 35

Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Kabupaten Karo dengan warga.(ist)
infokita.co, KARO – ‘Angin Segar’ berhembus kepada Warga Desa Munte, Kecamatan Munte, Kab. Karo. Kelangkaan Pupuk segera teratasi.
Hal itu terkuak setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Kabupaten Karo, Senin (27/4/2025).
RDP menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Asisten II Pemkab Karo yang juga tergabung dalam tim KP3, perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah Sumatera Utara, serta Pemerintah Desa.
Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, yang memimpin langsung jalannya rapat didampingi Wakil Ketua DPRD Korindo Sembiring menegaskan bahwa kelangkaan Pupuk tidak hanya terjadi di Kecamatan Munte, tetapi juga meluas ke wilayah lain seperti Tigabinanga, Laubaleng, dan Juhar. Padahal, daerah-daerah tersebut merupakan sentra produksi Jagung terbesar di Sumatera Utara.
“Pupuk untuk Tanaman Jagung harus diberikan maksimal satu bulan setelah Tanam. Jika terlambat, Petani berisiko gagal panen,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah Sumatera Utara, Dani Tambunan didampingi tim,menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi disebabkan oleh faktor alam yang terjadi di Aceh pada tahun sebelumnya.
“Dalam waktu dekat, akan dikirim sekitar 700 ton pupuk NPK dan total 250 ton urea untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir April,” ujarnya.
Kepala Desa Munte juga menyampaikan bahwa setelah audiensi dengan DPRD, distribusi pupuk mulai menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, desa mereka telah menerima sekitar kurang lebih 80 ton pupuk, meskipun masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan.
4 poin penting hasil RDP:
1. Untuk distribusi pupuk urea ke Sumatra Utara dilakukan rerayonisasi dari pupuk Kaltim dan untuk NPK masih dari pupuk Iskandar muda yang saat ini sudah normal kembali.
2. Pemenuhan pupuk subsidi di Kab.Karo
Menjadi prioritas di Sumut dan PT. Pupuk Indonesia akan mengejar ketinggalan penyaluran pupuk ke kab.karo sesuai dengan data RDKK sejak Januari sampai April 2026 dan akan di sampaikan informasi penyaluran kepada stekholder pada bulan mei 2026.
3. Pemerintah Kab.Karo melalui rapat RDP ini meminta kepada PT.Pupuk Indonesia untuk mengevaluasi dan menambah Kouta pupuk subsidi kepada petani yang ada di Kab.karo
4.Pemerintah Kab.Karo meminta percepatan penyaluran pupuk kepada petani agar masa pemupukan dapat terpenuhi. (hen)
- Penulis: infokitaid
