Kado HUT RI ke-81: Geliat Pembangunan Dairi Mulai Membuahkan Hasil
- account_circle infokitaid
- calendar_month Jum, 7 Agu 2026
- visibility 117

Sambutan Bupati Dairi Dalam Musrenbang RKPD untuk tahun 2027.(ist)
DAIRI, infokita.co – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, geliat pembangunan di Kabupaten Dairi mulai menunjukkan capaian positif. Setelah 16 bulan turun langsung menyapa warga desa dan menyerap aspirasi dari berbagai kalangan—mulai dari tokoh veteran hingga generasi Alpha peserta Paskibraka—sejumlah program prioritas di bidang kesehatan, pertanian, dan infrastruktur kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di sektor kesehatan, Kabupaten Dairi berhasil menjamin perlindungan kesehatan penuh bagi seluruh penduduknya yang berjumlah lebih dari 340 ribu jiwa. Di sektor pertanian, penyaluran bantuan bibit, modernisasi alat pertanian, dan perbaikan irigasi terus didorong dengan dukungan Pemerintah Pusat.
Penataan infrastruktur pun telah berjalan separuh jalan melalui semangat “Dairi untuk Dairi”. Keselarasan dengan Program Strategis Nasional (PSN) diwujudkan melalui beroperasinya 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makanan Bergizi Gratis. Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan akhir tahun 2026, disusul rencana pembangunan Sekolah Rakyat berfasilitas lengkap dengan nilai investasi mencapai Rp200 miliar.
Dalam kerangka Kolaborasi Sumut Berkah bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, Dairi berhasil mempertahankan predikat Green Card untuk UNESCO Global Geopark serta mengoptimalkan kerja sama pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH).
Menghadapi pemangkasan APBD yang terjadi secara nasional hingga 30 persen dalam dua tahun terakhir, Kabupaten Dairi menempuh strategi sinergi bersama pemangku kepentingan (stakeholders). Salah satunya lewat kerja sama dengan lembaga non-pemerintah (NGO) internasional, Global Water Mission, untuk membangun 1.000 sambungan air minum di tiga desa tanpa membebankan anggaran daerah.
Di sektor energi dan transportasi, pengoperasian sarana pendukung Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sidikalang 2 berkapasitas 20 MW—termasuk pembangunan jalan baru dan jembatan di atas Lae Renun—berhasil memangkas waktu tempuh Tanjung Saluksuk menuju Sidikalang dari 90 menit menjadi 30 menit. Infrastruktur ini diharapkan memotong biaya logistik dan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal.
Langkah penguatan kapasitas daerah ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement/MOA) antara Pemerintah Kabupaten Dairi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) pada Kamis (6/8/2026) sore, sebagai pemantik riset dan pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan.(iwan)
- Penulis: infokitaid
