Sorot Pengaspalan Malam Hari dan Diguyur Hujan, Warga Pertanyakan Pengawasan Proyek Rp17 Miliar di Pakpak Bharat
- account_circle infokitaid
- calendar_month Sen, 28 Sep 2026
- visibility 439

Pekerjaan peningkatan jalan provinsi pada ruas Simpang Sukaramai – Salak, Kabupaten Pakpak Bharat.(ist)
PAKPAK BHARAT, infokita.co – Pekerjaan peningkatan jalan provinsi pada ruas Simpang Sukaramai – Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, menuai sorotan warga. Pasalnya, kontraktor nekat melakukan penghamparan aspal panas (hotmix) pada malam hari di tengah guyuran hujan deras, Sabtu (27/9/2026).
Berdasarkan pemantauan di lokasi, wilayah Pakpak Bharat telah diguyur hujan sejak sore hingga malam hari. Meski kondisi cuaca tidak mendukung, proses penghamparan hotmix tetap dilanjutkan oleh pihak pelaksana proyek.
Tindakan ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas dan ketahanan fisik jalan. Secara teknis konstruksi jalan, pengaspalan dalam kondisi basah dan dingin memiliki dampak fatal terhadap mutu bangunan, di antaranya:
Penurunan Suhu Drastis: Air hujan mendinginkan campuran aspal secara cepat sebelum pemadatan oleh alat berat (roller) mencapai batas suhu optimal.
Kegagalan Daya Rekat (Tack Coat): Lapisan perekat antar-aspal terhalang oleh genangan air, sehingga material baru tidak dapat menyatu sempurna dengan konstruksi di bawahnya.
Risiko Kerusakan Dini: Air yang terjebak dalam pori-pori aspal menciptakan rongga udara, memicu jalan mudah mengelupas, retak, hingga berlubang dalam waktu singkat.
Selain masalah teknis, presensi pengawasan di lapangan turut dipertanyakan. Saat pengerjaan berlangsung pada malam hari, konsultan pengawas maupun wakil dari instansi terkait diduga tidak berada di lokasi untuk memastikan pengerjaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Proyek peningkatan jalan ini berada di bawah naungan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara (Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Wilayah I Sumut) dengan alokasi anggaran APBD mencapai Rp17 miliar.
Masyarakat mendesak instansi teknis untuk memperketat pengawasan agar anggaran daerah bernilai belasan miliar tersebut tidak terbuang sia-sia akibat pengerjaan asal-jadian.
Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Romi Sembiring, belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan pengaspalan di tengah kondisi hujan tersebut.
Reporter: harapan
Editor: Iwan
- Penulis: infokitaid
