Pertanian dan Tambang Bisa Hidup Berdampingan
- account_circle infokitaid
- calendar_month Ming, 26 Apr 2026
- visibility 111

PT. Dairi Prima Mineral (DPM) meluncurkan program Penguatan Ekonomi Lokal untuk Perkuat kemandirian Ekonomi Masyarakat lingkar Tambang.(ist)
infokita.co, DAIRI – Perkuat kemandirian Ekonomi Masyarakat lingkar Operasional, PT. Dairi Prima Mineral (DPM) meluncurkan program Penguatan Ekonomi Lokal, perusahaan resmi mengintegrasikan sektor pertambangan dengan sektor agribisnis unggulan seperti Kopi, Kakao, dan Durian, Kamis (25/4/2026).
Program ini bukan sekadar bantuan Sosial biasa, melainkan sebuah inisiatif end-to-end yang menyasar penguatan dari sektor hulu (budidaya) hingga ke hilir (penciptaan nilai tambah).
Fokus pada Komoditas Unggulan Sidikalang Kabupaten Dairi, khususnya wilayah Sidikalang, telah lama dikenal sebagai produsen kopi Robusta terbaik. PT DPM berupaya mengoptimalkan potensi ini dengan menambahkan fokus pada kakao dan durian sebagai strategi diversifikasi pendapatan Petani.
Menurut Radianto Arifin, Chief Legal & External PT Dairi Prima Mineral, keberhasilan program ini bertumpu pada empat pilar utama:
Penerapan GAP (Good Agricultural Practices): Menjamin kualitas hasil panen sesuai standar Pasar.
Diversifikasi Komoditas: Memitigasi risiko gagal panen atau fluktuasi harga pada satu komoditas saja.
Hilirisasi Produk: Mengubah hasil mentah menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Akses Pasar Premium: Membuka pintu bagi Petani untuk masuk ke rantai pasok Nasional.
Seleksi Ketat Berbasis Komitmen
Implementasi tahap awal ini melibatkan 47 Petani terpilih yang merupakan hasil kurasi ketat dari 200 peserta program Tahun 2025. Seleksi ini didasarkan pada tingkat komitmen dan konsistensi yang ditunjukkan para petani selama setahun terakhir.
Dalam pelaksanaannya, PT. DPM menggandeng dinas terkait dan tenaga ahli untuk memberikan pendampingan teknis.
“Kami memberikan pelatihan intensif mengenai budidaya dan pengendalian hama. Tidak hanya teori, perusahaan juga menyalurkan dukungan sarana produksi seperti pupuk khusus dan vitamin tanaman untuk memastikan hasil yang maksimal,” ujar Radianto.
Visi Jangka Panjang: Melepas Ketergantungan Sektor Ekstraktif Salah satu poin menarik dari inisiatif ini adalah ambisi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan wilayah terhadap sektor pertambangan (ekstraktif). PT DPM ingin membuktikan bahwa kehadiran industri tambang dapat menjadi katalisator bagi kebangkitan sektor lain yang lebih berkelanjutan.
“Ini adalah komitmen kami dalam bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kami ingin membuktikan bahwa pertanian dan pertambangan bisa tumbuh berdampingan dan sama-sama memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,”ucapnya.
Program ini selaras dengan mandat Kepmen ESDM No. 1824 K/30/MEM/2018 dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam menciptakan pekerjaan layak serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Dengan penguatan ini, Kabupaten Dairi diharapkan tidak hanya mempertahankan predikatnya sebagai sentra Kopi, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat Agribisnis Modern yang memiliki daya saing Investasi di tingkat Nasional maupun Internasional. (wan)
- Penulis: infokitaid
