Ketua Komisi A DPRD Karo beri Solusi Cegah Tawuran Pelajar
- account_circle infokitaid
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026
- visibility 40

Firman Firdaus Sitepu Anggota DPRD Karo Fraksi Partai Golkar.(ist)
infokita.co, KARO – Maraknya Aksi tawuran antar Pelajar Sekolah di Kabupaten Karo membuat DPRD Karo angkat bicara.
Firman Firdaus Sitepu, yang juga merupakan Ketua komisi A yang membidangi Pendidikan miris dengan keadaan ini.
Menurut politisi Partai Golkar ini, ada beberapa sebab yang mengakibatkan para pelajar tawuran. Biasanya, mereka salah pergaulan atau kurang perhatian dari Orangtua.
“Kalau regulasi di sekolah, saya kira sudah benar. Tidak mungkin sekolah mengajarkan tawuran,” kata Firdaus saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Karo, Selasa (21/4/2026).
Ia menyarankan, peran Guru dan peran Orangtua di rumah harus ditingkatkan. Karena waktu Anak di rumah lebih banyak ketimbang di Sekolah.
“Sebenarnya itu salah. Anak harus diarahkan ketika sudah beranjak dewasa. Jangan dibiarkan begitu saja, jangan serahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah,”tegasnya.
Ditambahkannya, bahwa dalam kondisi ini kita jangan saling menyalahkan, namun mari sama- sama, mendidik Anak anak kita baik, guru, dan Orangtua siswa, kembali masuk dan memberikan pemahaman yang baik kepada Anak-anak kita, karena mendidik generasi muda sangat penting.
Dia menyebut, belakangan ini Anak berkembang dengan fasilitas yang sangat modern. Mereka memanfaatkan Smartphone yang difasilitasi dengan Internet. Sehingga sangat mudah bergaul yang menyesatkan.
“Penggunaan Smartphone harus ada pendampingan dari Orangtua juga. Walaupun anak sudah SMA/SMK, tapi sebenarnya mereka masih labil. Masih sangat mudah terprovokasi. Sehingga di sini peran Orangtua sangatlah penting,”ucapnya.
Lanjutnya, komunikasi antara Orangtua dan Anak adalah salah satu kunci pencegahan tawuran Pelajar. Orangtua perlu mengkomunikasikan hal-hal yang harus dihindari dan disikapi dengan baik oleh Anak.
Pengaruh Lingkungan juga sangat penting untuk dicermati. Bentuk Tim yang terdiri dari Orangtua, Guru, tenaga kerja di sekolah, Lingkungan sekitar, Masyarakat, RT, RW, di mana sekolah itu berada.
Pemerintah daerah dan Psikolog juga dilibatkan, jadi lebih luas cakupannya.
“Bagaimana kita menjelaskan yang baik dan buruk. Sebagai Orangtua, bisa ambil peran sebagai katalisator. Sehingga anak bisa menangkap atau membentuk persepsi yang tepat,”tandasnya.
Diketahui, Tawuran selalu membawa senjata tajam (sajam) seperti celurit, pedang maupun lainnya. Bukan hanya itu, aksi tauran antar Masyarakat dan Siswa di wilayah Tongging, Senin (20/04/2026) juga menjadi perhatian. (hen)
- Penulis: infokitaid
