Pasca Uji Labfor Keluar, Bupati Dairi akan Evaluasi Sistem MBG
- account_circle infokitaid
- calendar_month Sel, 24 Feb 2026
- visibility 47

Penyampaian hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan sejumlah siswa di SMK HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang beberapa waktu lalu.(ist)
infokita.co, DAIRI – Bupati Dairi, Vickner Sinaga didampingi Wakil sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Dairi, Wahyu Daniel Sagala menyampaikan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan sejumlah siswa di SMK HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang, Senin (23/2/2026) di Ruang Rapat Bupati.
“ Ini adalah bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang harus kita dukung bersama dalam menyongsong Indonesia Emas di 2045, namun demikian keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama. Kita akan melakukan Evaluasi intervensi menyeluruh terhadap sistem pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan MBG,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan Pemkab Dairi telah memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi 280 siswa didik yang terdampak dan memastikan seluruh biaya perawatan di RSUD Sidikalang, RS Serenapita dan beberapa puskesmas dan klinik ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagaimana disampaikan oleh Korwil BGN Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution.
“Kami berpesan kepada korwil BGN Dairi melakukan pengawasan yang lebih ketat terutama kepemilkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Standar Keamanan Pangan Nasional, Taat pada Prosedur Operasional Standar (SOP),” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi dr. Henry Manik menjelaskan bahwa gejala yang dialami para siswa seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare mengarah pada dugaan keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri. Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi stabil.
“Pada sample makanan di SMK HKBP ditemukan bakteri Stapilococus aureus dan Bacillus Cereus pada nasi putih dan Kapang Kamir pada menu gulai ayam. Sementara pada sample makanan di SMK Arina ditemukan Kapang Kamir pada nasi putih, Total Coliform pada sayur tumis tauge dan Total coliform pada tempe goreng tepung. Sample makanan diambil dari bank sampel makanan SPPG bersangkutan” kata Henry.
Ia menjelaskan, keracunan yang terjadi ini diduga akibat durasi waktu antara proses pengolahan makanan hingga dikonsumsi siswa yang terlalu lama, sehingga memicu pertumbuhan bakteri pada makanan. Kondisi tersebut diperparah oleh suhu penyimpanan dan distribusi yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Sementara itu, Korwil BGN Dairi, Pahlawan Nasution menyampaikan setelah kejadian dugaan keracunan di SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Swasta Arina Sidikalang telah melakukan penghentian sementara operasional SPPG yang terkait sampai waktu yang belum ditentukan.
“Operasional SPPG Sidikalang III telah dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan. Pembiayaan pengobatan siswa selama dirumah sakit akan ditanggung oleh DIPA BGN. BGN akan lakukan Evaluasi dan audit menyeluruh terhadap SOP produksi dan distribusinya,” katanya.
Rapat ini juga dihadiri oleh Forkopimda, Sekda Charles Bantjin Asisten Pemerintahan, Agel Siregar, para kepala OPD terkait dan Korwil BGN Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution. (gs/)
- Penulis: infokitaid
