Dukung Pelestarian Alam, Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit
- account_circle infokitaid
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk Tanam Pohon di lereng gunung Pusuk Buhit.(ist)
infokita.co, SAMOSIR – Dukung pelestarian Lingkungan di sekitaran Danau Toba, Wakil Bupati (Wabup) Samosir Ariston Tua Sidauruk, melakukan penanaman Pohon di lahan Rehabilitasi hutan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Gunung Pusuk Buhit, (16/02/2026).
Turut hadir mendampingi Wabup Asisten II Hotraja Sitanggang, Asisten III Arnod Sitorus, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang dan pimpinan OPD lainnya, Ketua dan anggota PKK Kab. Samosir.
Kegiatan ini merupakan upaya konservasi kawasan Gunung Pusuk Buhit.
Penanaman pohon tersebut merupakan kerja sama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark dengan Komite II DPD RI.
Selain Pemkab Samosir, pemangku kepentingan lain juga turut, antara lain PT Inalum melalui Divisi CSR, Perum Jasa Tirta, PPTSB, Pusat Studi Geopark Danau Toba.
Wabup menyampaikan Apresiasi atas kolaborasi Lintas lembaga dalam kegiatan penanaman Pohon yang menjadi bukti Kecintaan terhadap Samosir sekaligus komitmen menjaga status Geopark Kaldera Toba.
“Dengan semangat Gotong royong, saya yakin Pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan berkembang demi kelestarian Alam,”ucapnya.
Dikatakannya, Pelestarian Lingkungan menjadi salah satu Prioritas Pemerintah daerah selain Pembangunan Sektor Sosial. kelestarian Hutan akan berdampak langsung pada kesejukan wilayah, keindahan lanskap, serta peningkatan daya tarik Pariwisata.
“Jika Pariwisata tumbuh, maka pendapatan Asli daerah meningkat dan Pembangunan Samosir dapat dilakukan lebih maksimal,” ujarnya.
Sementara, Anggota Komite II DPD RI Badikenita Br. Sitepu mengatakan penanaman Pohon merupakan bagian dari pemahaman ekoteologi yang mendorong Pelestarian Lingkungan sebagai tanggung jawab Moral.
Pihaknya tengah mendorong Program Green Village atau Desa hijau menjadi agenda Nasional. Untuk itu, Generasi Muda harus terlibat dalam pelestarian Lingkungan, bahkan menyatakan kesiapan memberikan Beasiswa bagi Mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang Geologi.
“Samosir ini surga dunia yang harus dijaga. Tidak perlu Sawit atau tambang, Pariwisata yang lestari sudah cukup memberi manfaat,”Ucapnya.
Ketua Lembaga Perdamaian dan Keadilan Ciptaan Ordo Kapusin Medan Pastor Walden Sitanggang menegaskan komitmen Gereja untuk terus terlibat dalam pemulihan alam. Pohon tidak boleh dilihat semata dari nilai ekonominya, melainkan sebagai sumber Kehidupan.
“Jika kita menjaga alam, maka Alam juga akan menjaga kita,”tandasnya.
Hal senada dikatakan oleh General Manager Badan Pengelola TCUGGp Azizul Kholis mengakui bahwa Samosir menjadi salah satu daerah terdepan dalam pengembangan Pariwisata di kawasan Danau Toba. Status Geopark tidak hanya soal dokumen, tetapi juga upaya nyata melindungi kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya Empat suku utama di kawasan Danau Toba.
Azizul menambahkan, TCUGGp saat ini melindungi 16 geosite dan akan merekomendasikan pengusulan geosite Bonan Dolok serta pengembangan geosite Onan Runggu untuk mendorong pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Ketua Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba Wilmar Simanjorang yang menjadi pelopor kegiatan menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga daerah tangkapan air Danau Toba.
Di akhir, Wilmar menyebutkan bantuan bibit pohon berasal dari berbagai pihak dengan jumlah 3.450 batang dengan berbagai jenis Pohon. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir yang turut mendukung melalui penyediaan alat berat untuk Rehabilitasi jalan dan Lahan. (Gs)
- Penulis: infokitaid

Saat ini belum ada komentar