DPKPP Dairi Kolaborasi bersama HRNS Jaga Ekosistem Pertanian Tetap Produktif
- account_circle infokitaid
- calendar_month Kam, 26 Feb 2026
- visibility 35

Project Manager HRNS, Denny Indra Simangunsong dan anggota KelompokTani (Poktan) Pergas di Desa Bangun.(ist)
infokita.co, DAIRI – Bupati Dairi Vickner Sinaga berkomitmen agar Ekosistem Pertanian di Dairi tumbuh Pesat dan Terjaga di tengah Efisiensi Anggaran.
Melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) menyambut baik langkah tak henti yang dilakukan Hanns.R Neuman Stifftung (HRNS) sejak perjanjian kerjasama 2022 lalu dalam membantu produktifitas pertanian kurang lebih 3300 petani Kopi Arabika di Kabupaten Dairi.
Seperti yang dilakukan HRNS di Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Rabu (25/2/2026) yang turut disaksikan oleh Kadis DPKPP, Kesti Angkat, Kabid Penyuluhan Sukaedah Angkat, Penyuluh Pertanian Sahat Sibarani, Project Manager HRNS, Denny Indra Simangunsong dan anggota KelompokTani (Poktan) Pergas.
Kadis DPKPP, Kesti Angkat menyampaikan sebagaimana pesan Bapak Bupati ditengah efisiensi anggaran, pemanasan global, dan dampak buruk pupuk kimia, langkah ini menjadi solusi konkret bagi Petani dalam menghadapi tantangan ketergantungan pada pupuk kimia serta fluktuasi harga pupuk di pasaran.
Kepada anggota kelompok Tani, Kesti juga menyampaikan langkah-langkah dalam proses pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) agar diikuti dengan seksama, sehingga nantinya mudah dalam pengaplikasiannya.
“Ada beberapa keunggulan POC yang disosialisasikan, meliputi Efisiensi Biaya yang akan mampu Menekan biaya produksi hingga 30-40%. Selain itu dengan POC, Kesehatan Tanah akan membaik dengan memperbaiki struktur tanah yang mulai jenuh akibat residu kimia,”jelasnya.
Kesti juga menekankan bahwa kolaborasi antara sektor swasta, NGO seperti HRNS dan Pemerintah sangat penting.
”Kami sangat mengapresiasi langkah HRNS. Inisiatif seperti ini sejalan dengan program Pemerintah untuk mendorong penggunaan pupuk organik demi menjaga Ekosistem pertanian Dairi tetap produktif dalam jangka panjang,” ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, tim HRNS mendemonstrasikan cara mengolah dan pembuatan POC kepada sejumlah anggota kelompok tani yang bahannya bisa didapat dari lingkungan sekitar.(gs)
- Penulis: infokitaid
