Dairi – Karo “Tancap Gas” 2027: Sinergi Dataran Tinggi Menuju Ekonomi Baru
- account_circle infokitaid
- calendar_month Sab, 28 Mar 2026
- visibility 142

Bupati Dairi Vickner Sinaga dalam acara Musrenbang di Kabupaten Karo.(ist)
infokita.co, KARO – Sebuah babak baru kolaborasi antar-daerah di Sumatera Utara resmi dimulai. Dalam gelaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Karo Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Rakoetta Brahmana, Jumat (27/03/2026), semangat “satu keluarga” antara Kabupaten Karo dan Dairi menjadi ruh utama dalam menyongsong tantangan ekonomi global mendatang.
Kehadiran Bupati Dairi, Vickner Sinaga, didampingi Ketua TP PKK Ny. Rita Puspita Vickner Sinaga, tidak hanya sebagai undangan kehormatan, melainkan sebagai penegas bahwa Dairi dan Karo kini berdiri dalam satu barisan strategis.
Dalam orasinya, Vickner Sinaga menyentuh sisi emosional yang selama ini menjadi modal sosial kedua daerah. Ia menyoroti kesamaan nama-nama desa seperti Ujung Teran, Sukandebi, hingga Kutabuluh yang tersebar di kedua kabupaten.
”Ini bukan sekadar kedekatan geografis, tapi ikatan kekeluargaan yang panjang. Modal sosial ini harus kita konversi menjadi kekuatan pembangunan yang konkret,” ujar Vickner.
Salah satu poin paling visioner yang dilemparkan Vickner adalah penguatan konsep KARDAPAK (Karo, Dairi, Pakpak Bharat). Aliansi tiga kabupaten ini dirancang untuk menjadi destinasi unggulan baru di sisi barat daya Danau Toba.
Dengan menyatukan potensi alam dan budaya, KARDAPAK diproyeksikan mampu menjadi penanding tangguh bagi wilayah lingkar Danau Toba lainnya yang sudah lebih dulu berkembang, sekaligus menciptakan koridor ekonomi baru yang mandiri.
Capaian Positif Karo di Tengah Bayang-bayang Tantangan Global Di sisi lain, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., memaparkan rapor hijau kinerja daerahnya sepanjang tahun 2025. Karo menunjukkan resiliensi yang luar biasa dengan data sebagai berikut:
Pertumbuhan Ekonomi: Stabil di angka 4,23%.
PDRB: Menembus angka Rp30,46 Triliun.
Tingkat Pengangguran: Berhasil ditekan hingga level rendah 1,93%.
Meski angka – angka ini menggembirakan, Bupati Antonius memberikan peringatan keras (early warning) bagi perencanaan tahun 2027.
”Tahun 2027 tidak akan mudah. Fluktuasi harga pangan dan energi global adalah ancaman nyata bagi daya beli masyarakat. Perencanaan kita harus adaptif, bukan sekadar rutinitas,” tegas purnawirawan jenderal bintang satu tersebut.
Sinergi ini secara khusus akan menyasar tiga sektor vital:
Infrastruktur: Perbaikan jalan di wilayah Karo sebagai urat nadi mobilitas warga Dairi menuju Medan.
Energi: Memanfaatkan surplus listrik Dairi untuk mendukung hilirisasi pertanian.
Teknologi Pertanian: Modernisasi alat dan akses pasar untuk memperkuat posisi sebagai lumbung pangan nasional.
Musrenbang ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, mulai dari perwakilan Pj. Gubernur Sumut Ahmad Fadly, pihak Bank Indonesia Paulanka Siburian, hingga jajaran OPD teknis dari kedua kabupaten.
Kehadiran mereka memastikan bahwa kesepakatan politik ini akan segera diterjemahkan ke dalam program kerja yang terukur.
Dengan “mesin” yang kini sudah dipanaskan melalui sinergi Dairi–Karo, kawasan dataran tinggi Sumatera Utara siap bertransformasi dari sekadar penyokong pangan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang kompetitif di level nasional.(wan)
- Penulis: infokitaid
