Pemkab Dairi bersama Mercy Corps Indonesia Wujudkan Petani Berteknologi
- account_circle infokitaid
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 5

Sosialisasi program DIGITANI bersama para perwakilan OPD kepada Masyarakat Desa Bangun.(ist)
infokita.co, DAIRI – Bupati Dairi Vickner Sinaga terus melakukan terobosan untuk pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Kali ini, sektor Pertanian menjalin kolaborasi strategis bersama Mercy Corps Indonesia melalui Program DIGITANI.
Program tersebut disosialisasikan bersama para perwakilan OPD kepada Masyarakat Desa Bangun, yang digelar di Kantor Desa, Bangun, Kecamatan Parbuluan, Rabu (10/6/2026) yang juga dihadiri Camat Parbuluan, Landong Napitu dan Kepala Desa Bangun, Japirin Sihotang.
Dalam program ini, Mercy Corps Indonesia juga mensosialisasikan rencana Program Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang nantinya akan
bekerjasama dengan BMKG. Sama seperti sosialisasi yang sudah digelar sebelumnya di Desa Lae hole, Koordinator Program DIGITANI Mercy Corps Indonesia, Nurdianto menjelaskan bahwa perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata bagi Petani Kopi. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu udara, hingga cuaca ekstrem berdampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas hasil panen kopi.
Nurdianto juga menyampaikan, bahwa program DIGITANI ini akan berjalan di 3 desa sentra kopi, seperti Desa Lae hole, Desa Bangun, dan Desa Pegagan Julu III, dengan target 300 orang petani penerima manfaat.
Sekretraris Bappeda Lasma Samosir bersama Kabid perkebunan DKPPP, Doody S Tumanggor, SP, Kabid IKP Diskominfo, Iswan Togatorop, Perwakilan BPBD menyambut baik pelaksanaan Program DIGITANI sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan sektor Pertanian di tengah tantangan perubahan iklim.
“Terimakasih kepada Mercy Corps Indonesia yang telah memilih Kabupaten Dairi sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Harapannya, program seperti ini dapat terus berkelanjutan, menjangkau lebih banyak petani, tidak hanya pada komoditas kopi, tetapi juga komoditas pertanian lainnya yang menjadi sumber penghidupan Masyarakat Dairi,”ujarnya.
Selain rencana Sekolah Lapang Iklim (SLI), sejumlah kegiatan utama juga akan dilaksanakan, seperti pembentukan Komunitas Ketahanan Iklim Berbasis Digital, pelatihan penggunaan Sistem Peringatan Dini Iklim Digital BMKG, pelatihan keamanan digital, pemasaran digital, literasi dan layanan keuangan digital, serta berbagai kegiatan pembelajaran dan berbagi pengetahuan. (wan)
- Penulis: infokitaid
