Warga Aornakan II Hilang Diduga Terpeleset ke Sungai Lae Ordi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif
- account_circle infokitaid
- calendar_month Jum, 27 Mar 2026
- visibility 254

Petugas gabungan bersama Pemerintah dan warga terus bersiaga melakukan pencarian.(harapan)
infokita.co, PAKPAK BHARAT – Suasana di sekitar aliran Sungai Lae Ordi, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS), Kabupaten Pakpak Bharat, hingga Kamis malam (26/03/2026) masih diselimuti ketegangan. Petugas gabungan bersama warga terus bersiaga melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kepala Desa Aornakan II, Nengteng Manik, korban diketahui bernama Robet Sinamo (50). Kejadian bermula ketika korban dilaporkan meninggalkan rumah tanpa kabar pada Selasa (24/03).
Sempat ditemukan oleh pihak keluarga di daerah Pagindar pada Rabu (25/03) dan dibawa pulang, namun nahas, pada Kamis (26/03) sekitar pukul 13.00 WIB, korban kembali meninggalkan rumah.
Indikasi kuat menunjukkan keberadaan terakhir korban berada di sekitar aliran Sungai Lae Ordi.
“Ada dugaan korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Hal ini diperkuat dengan temuan jejak yang mengarah ke aliran air di lapangan,” ujar Ridwan Manik, perangkat Desa Aornakan II.
Hingga pukul 22.00 WIB, proses pencarian masih berlangsung meski kondisi di lapangan semakin mencekam akibat turunnya hujan.
Tim gabungan yang terdiri dari
BPBD Kabupaten Pakpak Bharat
TAGANA, Pemerintah Desa Aornakan II, Aparat Desa dan Relawan Warga
Penyisiran dilakukan secara mendalam, termasuk memantau area di sekitar lingkaran Air Terjun Lae Une.
Petugas harus ekstra waspada mengingat debit air dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Solidaritas dan Kemanusiaan
Sebagai bentuk gerak cepat, Kepala Desa Aornakan II, Nengteng Manik, telah menginstruksikan pendirian tenda posko di lokasi pencarian untuk mempermudah koordinasi.
Tidak hanya itu, Pemerintah Desa juga menunjukkan solidaritas tinggi dengan menggalang dana bantuan.
”Kami mengajak warga untuk melakukan donasi door-to-door. Dana yang terkumpul akan digunakan sepenuhnya untuk membantu kebutuhan keluarga korban serta mendukung kelancaran operasional pencarian di sepanjang aliran sungai,” tegas Nengteng Manik.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh elemen masyarakat dan petugas masih berjaga di lokasi dengan harapan besar korban dapat segera ditemukan.(harapan)
- Penulis: infokitaid
